TERKINI Breaking

Bukan Sekadar Perayaan, Anniversary Ke-1 DPD Lembah Arasia Jatim Diisi Santunan Anak Yatim-Piatu

Share berita ini
Bukan Sekadar Perayaan, Anniversary Ke-1 DPD Lembah Arasia Jatim Diisi Santunan Anak Yatim-Piatu
Bukan Sekadar Perayaan, Anniversary Ke-1 DPD Lembah Arasia Jatim Diisi Santunan Anak Yatim-Piatu
Perwakilan Daerah (DPD) Lembah Arasia Jawa Timur genap berusia satu tahun pada 20 September 2026.

Surabaya, Libas Kasus.online — Perwakilan Daerah (DPD) Lembah Arasia Jawa Timur genap berusia satu tahun pada 20 September 2026. Momentum Anniversary ke-1 tersebut dirayakan dengan kegiatan sosial berupa santunan kepada anak yatim-piatu, sekaligus menjadi ruang refleksi atas perjalanan organisasi selama satu tahun terakhir.

 

Setahun bukanlah waktu yang panjang. Namun, bagi DPD Lembah Arasia Jatim, satu tahun pertama menjadi fondasi penting untuk menentukan arah perjalanan dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Di usia yang masih terbilang muda, organisasi yang bergerak di bidang sosial dan bantuan hukum ini berupaya memaknai keberadaannya bukan sekadar sebagai organisasi, tetapi juga sebagai wadah aspirasi masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan perhatian, pendampingan, dan akses terhadap keadilan.

Peringatan Anniversary ke-1 tidak hanya diisi dengan seremoni, tumpeng, dan hiburan electone. Acara juga diwarnai dengan santunan anak yatim-piatu serta menyanyikan lagu-lagu kebangsaan Indonesia.

 

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kepedulian sosial. Semangat kebangsaan turut menjadi bagian dari acara sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus mempererat rasa persatuan.

 

Acara tersebut turut dihadiri jajaran Polsek Kenjeran, organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila (PP), unsur KPK, Madas Sedarah, serta sejumlah awak media.

 

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari momentum silaturahmi dan kebersamaan antara organisasi masyarakat, aparat kepolisian, masyarakat, serta insan pers.

 

Dari Santunan hingga Pendampingan

 

Selama satu tahun perjalanan, DPD Lembah Arasia Jatim di bawah kepemimpinan Bambang Hardoko, bersama jajaran pengurus dan H. Yusuf Santana, berupaya menjalankan berbagai kegiatan sosial.

 

Salah satunya melalui kegiatan santunan anak yatim-piatu. Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian terhadap masyarakat sekaligus bentuk komitmen untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan.

 

Namun, kebutuhan masyarakat dinilai tidak berhenti pada bantuan sosial.

 

Wakil Ketua Umum Lembah Arasia, Eko Gagak, menyampaikan bahwa keberadaan organisasi di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

 

«“Masyarakat tidak hanya membutuhkan santunan, tetapi juga membutuhkan tempat untuk menyampaikan aspirasi, mendapatkan pendampingan, serta memperoleh bantuan ketika menghadapi persoalan hukum,” ujarnya.»

 

Menurut Eko, memasuki tahun kedua, Lembah Arasia diharapkan semakin mampu memperkuat peran sosial dan pendampingan hukum bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan akses terhadap keadilan.

 

Tahun Kedua, Tantangan Menanti

 

Peringatan satu tahun ini sekaligus menjadi momentum bagi seluruh jajaran DPD Lembah Arasia Jatim untuk melakukan evaluasi dan refleksi terhadap perjalanan organisasi.

 

Satu tahun pertama merupakan tahap membangun fondasi. Ke depan, tantangannya adalah menjaga konsistensi dalam menjalankan program sosial, menyerap aspirasi masyarakat, serta memberikan pendampingan secara berkelanjutan.

 

Karena itu, memasuki tahun kedua, keberadaan Lembah Arasia Jatim diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pengabdian perlu diwujudkan melalui kerja nyata dan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Genap satu tahun bukanlah garis akhir perjalanan, melainkan langkah awal untuk membangun pengabdian yang lebih luas.

 

Semangat tersebut diharapkan menjadi pijakan DPD Lembah Arasia Jatim untuk terus memperkuat kepedulian sosial, memperluas pendampingan masyarakat, serta menjaga kepercayaan yang telah diberikan.

 

Anniversary ke-1 pun menjadi pengingat bahwa keberadaan sebuah organisasi pada akhirnya akan dinilai dari sejauh mana kehadirannya mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Komentar (0)

Belum ada komentar.